← Semua panduan
Pendaftaran (SPMB)

Menyiapkan gelombang, jalur, dan berkas pendaftaran

Untuk admin: membuat gelombang pendaftaran dengan periode, kuota, dan biaya, menambah jalur beserta potongan biayanya, mengatur berkas persyaratan per tingkatan dan jalur, lalu membuka formulir pendaftaran online bagi calon santri.

Untuk: Admin & Operator

Diperbarui 22 Oktober 2026

Panduan ini untuk admin atau panitia yang memiliki akses menu SPMB > Gelombang & Jalur dan SPMB > Setting Berkas SPMB. Hasilnya, formulir pendaftaran online di alamat /pendaftaran terbuka sesuai jadwal, menampilkan biaya dan pilihan jalur, serta meminta berkas yang tepat untuk setiap tingkatan.

Sebelum mulai, siapkan jadwal tiap gelombang, kuota, besar biaya pendaftaran, daftar jalur beserta potongannya, dan daftar berkas yang diminta. Gambaran seluruh alurnya ada di ringkasan alur SPMB.

  1. Buka halaman Gelombang & Jalur

    Di menu samping, klik SPMB > Gelombang & Jalur. Di bawah judul Gelombang & Jalur Pendaftaran tertulis keadaan formulir saat ini: Terbuka beserta nama dan periode gelombangnya, atau Ditutup beserta alasannya.

    Selama belum ada gelombang yang aktif, formulir terbuka sepanjang waktu tanpa biaya pendaftaran.

    Tips: Halaman ini juga bisa dibuka dari tombol Gelombang & Jalur di halaman Data SPMB.

  2. Isi nama dan periode gelombang

    Pada kartu Gelombang, klik Tambah Gelombang. Isi Nama, mis. Gelombang 1, lalu tanggal Mulai dan Selesai, mis. 1 Januari sampai 31 Maret 2027.

    Formulir hanya terbuka dari tanggal mulai sampai tanggal selesai, termasuk kedua tanggal itu.

    Tips: Tanggal selesai tidak boleh sebelum tanggal mulai.

  3. Atur biaya, kuota, dan tahun ajaran

    Isi Biaya pendaftaran dalam rupiah, mis. 250000; titik pemisah ribuan muncul sendiri. Isi 0 bila pendaftaran gratis. Biaya dicatat pada setiap pendaftar saat ia mendaftar, jadi mengubah biaya gelombang hanya berlaku bagi pendaftar berikutnya.

    Isi Kuota dengan jumlah pendaftar yang boleh masuk di gelombang ini, termasuk yang didaftarkan panitia, atau kosongkan untuk tanpa batas. Pendaftar yang ditolak tidak ikut dihitung. Setelah kuota penuh atau periode lewat, panitia masih bisa menambah pendaftar ke gelombang ini lewat Pendaftaran Baru di Data SPMB (lihat Memeriksa berkas, menyetujui, dan menolak pendaftar). Tahun ajaran masuk sudah terisi tahun ajaran aktif; ganti bila gelombang ini untuk tahun ajaran berikutnya. Isian ini menjadi tahun masuk pendaftar yang tidak memilih tahun masuk sendiri. Keterangan (opsional), mis. jadwal tes, tampil di formulir pendaftaran dan halaman status pendaftar; boleh dikosongkan.

    Bila pesantren memiliki beberapa unit, ada pilihan Unit. Biarkan Semua unit untuk gelombang umum; lihat panduan multi-unit.

    Tips: Formulir publik terbuka bila ada gelombang yang sedang berlangsung di unit mana pun. Bila ada gelombang khusus unit, formulir menampilkan daftar gelombang yang dibuka beserta unitnya, lalu gelombang dan biaya pendaftaran mengikuti unit yang dipilih pendaftar; gelombang khusus unit didahulukan dari gelombang Semua unit. Unit yang tidak punya gelombang berlangsung bertanda (pendaftaran ditutup) di formulir.

  4. Simpan dan pantau gelombang

    Biarkan sakelar Aktif menyala, lalu klik Simpan Gelombang. Gelombang tampil di tabel dengan kolom Periode, Biaya, dan Pendaftar / Kuota. Gelombang yang sedang berjalan diberi label Berlangsung, dan yang kuotanya habis diberi label Penuh.

    Bila periodenya beririsan dengan gelombang aktif lain, pesan simpan memberi catatan: pendaftar masuk ke gelombang yang mulai lebih dulu.

    Tips: Gelombang yang sudah punya pendaftar tidak bisa dihapus, hanya dinonaktifkan lewat sakelar di kolom Aktif. Bila semua gelombang dinonaktifkan, formulir kembali terbuka sepanjang waktu tanpa biaya pendaftaran.

  5. Tambahkan jalur dan potongannya

    Pada kartu Jalur, klik Tambah Jalur. Isi Nama jalur, mis. Reguler, Prestasi, atau Yatim. Pada Potongan biaya, isi potongan dari biaya gelombang, atau 0 bila tanpa potongan. Keterangan untuk pendaftar (opsional), mis. "untuk juara minimal tingkat kabupaten", tampil di formulir saat jalur itu dipilih. Urutan menentukan urutan pilihan di formulir.

    Biarkan Aktif menyala, lalu klik Simpan Jalur. Bila ada satu saja jalur aktif, setiap pendaftar wajib memilih jalur. Bila pesantren tidak membedakan jalur, jangan buat jalur; pendaftar tidak diminta memilih.

    Tips: Contoh: biaya gelombang Rp 250.000. Jalur Prestasi dengan potongan Rp 100.000 membayar Rp 150.000, sedangkan jalur Yatim dengan potongan Rp 250.000 tidak membayar sama sekali. Jalur berlaku untuk semua gelombang, dan jalur yang sudah dipakai pendaftar hanya bisa dinonaktifkan, tidak dihapus.

  6. Tambahkan berkas persyaratan

    Klik SPMB > Setting Berkas SPMB, lalu Tambah Berkas. Jendela Tambah Berkas Baru terbuka.

    Isi Nama Berkas, mis. Fotokopi Kartu Keluarga (KK). Jumlah (opsional) dan Keterangan (opsional), mis. "2 Lembar" dan "Harus Legalisir", ikut tampil di formulir pendaftar. Nomor Urut menentukan urutan berkas.

    Tips: Pendaftar mengunggah berkas berupa PDF, JPG, atau PNG, maksimal 4 MB per berkas.

  7. Tentukan untuk siapa berkas berlaku

    Pada Tingkatan, pilih satu tingkatan, mis. SMP, atau biarkan Semua tingkatan. Daftar tingkatan mengikuti Master Tingkatan di menu Akademik; bila master itu kosong, tampil daftar bawaan seperti SD, SMP, dan SMA. Pada Jalur, biarkan Semua jalur atau pilih satu jalur, mis. sertifikat lomba hanya untuk jalur Prestasi.

    Nyalakan Wajib untuk berkas yang harus ada, atau matikan untuk berkas opsional. Pendaftaran baru bisa diverifikasi setelah semua berkas wajib diterima panitia. Klik Simpan; berkas tampil di tabel dengan label Wajib atau Opsional.

    Tips: Pilihan Semua Tingkatan di bagian atas halaman menyaring tabel per tingkatan. Berkas untuk semua tingkatan selalu ikut tampil.

  8. Pahami kapan daftar berkas berlaku

    Daftar berkas disalin ke setiap pendaftar saat ia mengirim formulir, sesuai tingkatan dan jalurnya. Mengubah atau menghapus berkas di Setting Berkas tidak mengubah daftar milik pendaftar yang sudah masuk.

    Pendaftar yang belum punya daftar berkas, mis. didaftarkan panitia saat tidak ada gelombang aktif atau mendaftar sebelum berkas diatur, bisa dibuatkan daftarnya lewat tombol Buat dari Setting Berkas di panel Detail pada Data SPMB.

    Tips: Bila Setting Berkas kosong, pendaftar tidak diminta mengunggah berkas, dan panitia memeriksa berkas fisik saat verifikasi.

  9. Siapkan rekening dan pembayaran online

    Bila ada biaya pendaftaran, pendaftar membayar dari halaman statusnya. Rekening yang aktif di Keuangan > Bank & Wallet tampil sebagai tujuan transfer. Agar pendaftar juga bisa membayar lewat QRIS atau Virtual Account, aktifkan penyedia di Keuangan > Payment Gateway; lihat Menyalakan pembayaran online lewat payment gateway.

    Tips: Bila belum ada rekening aktif maupun payment gateway, halaman status meminta pendaftar menghubungi panitia, lalu bendahara menandai lunas secara manual.

  10. Bagikan dan periksa formulir

    Formulir ada di alamat web Sistem Pesantren milik pesantren Anda ditambah /pendaftaran. Bukalah untuk memeriksa: nama gelombang, periode, sisa kuota, dan keterangan gelombang tampil di atas formulir; pilihan jalur tampil bila ada jalur aktif; daftar berkas dan biaya muncul setelah tingkatan dipilih.

    Bagikan alamat itu lewat media sosial atau grup WhatsApp. Pegawai dan wali santri juga punya link rujukan sendiri (/pendaftaran?ref=KODE); pendaftar yang masuk lewat link itu tercatat dengan perujuknya. Besar fee bagi perujuk diatur bendahara; lihat Mencatat biaya pendaftaran dan membayar fee perujuk.

    Tips: Di luar periode gelombang, atau bila kuota sudah penuh, formulir menampilkan Pendaftaran Belum Dibuka beserta jadwal gelombang berikutnya bila ada. Jangan mengirim pendaftaran percobaan, karena data pendaftar tidak bisa dihapus dari Data SPMB.

Apakah panduan ini membantu?

Masih ada yang belum jelas?

Hubungi tim kami dari menu Bantuan & Dukungan di aplikasi Sistem Pesantren, atau lewat WhatsApp.