← Semua panduan
Kesiswaan

Mengelola izin keluar dan pulang santri

Untuk pengurus dan admin: memeriksa pengajuan izin dari wali di Cek Santri atau mencatat izin sendiri, menyetujui atau menolaknya, mencatat santri keluar dan kembali, serta mengenali santri yang terlambat kembali.

Untuk: Pengurus & Kesiswaan, Admin & Operator

Diperbarui 22 Oktober 2026

Panduan ini untuk pengurus perizinan dan admin. Hasilnya, setiap izin keluar atau pulang tercatat sejak diajukan sampai santri kembali, wali diberi tahu saat izinnya disetujui atau ditolak, dan santri yang terlambat kembali tercatat otomatis.

Bawaannya, menu Kesiswaan > Perizinan tampil untuk Admin, Pengurus, dan Waka Kesiswaan. Waka Kesiswaan bisa mencatat dan memutuskan izin, tetapi tidak bisa menghapusnya, sehingga ikon hapus tidak tampil baginya. Cara wali mengajukan izin dijelaskan di Mengajukan izin santri dan kunjungan wali.

  1. Buka halaman Perizinan

    Di menu samping, klik Kesiswaan > Perizinan. Halaman Data Perizinan Santri menampilkan Santri, Jenis Izin beserta alasannya, Waktu Izin, Batas Kembali, Aktual Kembali, dan Status. Izin terbaru ada di atas.

    Status izin berjalan berurutan: Menunggu, lalu Disetujui atau Ditolak, lalu Berjalan saat santri keluar, dan akhirnya Selesai atau Terlambat saat santri kembali. Ditolak, Selesai, dan Terlambat adalah status akhir dan tidak bisa diubah lagi.

    Tips: Bila dua petugas memproses izin yang sama hampir bersamaan, petugas kedua mendapat pesan "Status izin ini baru saja diubah petugas lain. Muat ulang halaman lalu periksa lagi."

  2. Saring pengajuan yang menunggu

    Pengajuan dari wali lewat aplikasi Cek Santri masuk dengan status Menunggu. Pilih Menunggu di kotak Semua Status; daftar langsung tersaring. Untuk mencari santri tertentu, ketik nama atau NIS di Cari nama santri..., lalu tekan Enter.

    Tombol bergambar panah putar (Reset Filter) mengosongkan saringan.

    Tips: Saat wali mengirim pengajuan, admin dan pengurus yang berwenang memutuskan izin menerima notifikasi "Pengajuan Izin Santri" di aplikasi Santri Ku (ikon lonceng di beranda), tanpa pesan WhatsApp. Notifikasi ini tidak tampil di web, jadi tetap periksa saringan Menunggu secara berkala, mis. setiap pagi dan sore.

  3. Catat izin dari pesantren bila perlu

    Bila santri atau wali meminta izin secara langsung, klik Tambah Izin Baru. Di jendela Tambah Izin Santri Baru:

    • Di kolom Santri, ketik minimal 2 huruf nama atau NIS, lalu klik nama santri di daftar saran sampai tampil Terpilih: Ahmad Fauzi.
    • Pilih Jenis Izin: Pulang, Keluar Kompleks, Sakit / Ke RS, Acara Keluarga, atau Lainnya.
    • Isi Alasan Izin, mis. "Menghadiri pernikahan kakak".
    • Isi Waktu Mulai dan Waktu Selesai (Batas), lengkap dengan tanggal dan jam.
    • Tambahkan Catatan (Opsional) bila perlu.

    Klik Simpan Izin. Izin ini juga berstatus Menunggu, jadi lanjutkan ke langkah berikutnya untuk menyetujuinya.

    Tips: Hanya santri berstatus Aktif yang muncul di daftar saran. Waktu Selesai (Batas) harus setelah Waktu Mulai, dan batas inilah yang dipakai untuk menentukan santri terlambat kembali.

  4. Setujui atau tolak izin

    Pada baris berstatus Menunggu, klik tombol centang hijau (Setujui Izin) atau tombol silang merah (Tolak Izin). Setujui langsung berlaku tanpa konfirmasi, sedangkan Tolak meminta konfirmasi Tolak pengajuan izin ini? Wali akan diberi tahu bila punya akun aplikasi. Setelah itu muncul pesan seperti Status perizinan berhasil diupdate menjadi Disetujui. Wali sudah diberi tahu lewat aplikasi CekSantri.

    Wali yang punya akun Cek Santri menerima notifikasi, mis. "Pengajuan izin Pulang untuk Ahmad Fauzi telah Disetujui." Bila wali belum punya akun, pesan di halaman diakhiri Wali belum punya akun aplikasi, jadi belum diberi tahu.

    Tips: Untuk menjelaskan alasan penolakan atau syarat izin, tulis di Catatan lewat ikon Edit; catatan ikut tampil di riwayat izin pada aplikasi wali. Catatan dari wali tersimpan di kolom yang sama, jadi tambahkan tulisan Anda tanpa menghapus isinya.

  5. Catat santri keluar

    Saat santri benar-benar meninggalkan pesantren, klik Santri Keluar pada baris berstatus Disetujui. Status berubah menjadi Berjalan.

    Tips: Selama status Berjalan, tanggal di kolom Batas Kembali menjadi merah tebal begitu batasnya terlewati, sehingga santri yang belum kembali mudah dikenali.

  6. Catat santri kembali

    Saat santri melapor kembali, klik Santri Kembali. Waktu saat tombol diklik dicatat di kolom Aktual Kembali.

    Bila waktu itu sudah melewati Batas Kembali, status menjadi Terlambat; bila belum, status menjadi Selesai. Pesannya, mis. Santri telah kembali. Status: Selesai.

    Tips: Klik Santri Kembali tepat ketika santri melapor. Waktu kembali diambil dari jam saat tombol diklik dan tidak bisa diubah lewat Edit.

  7. Tindak lanjuti santri yang terlambat

    Pilih Berjalan di saringan status untuk melihat santri yang masih di luar, atau Terlambat untuk melihat santri yang kembali melewati batas. Wali juga melihat status Terlambat di riwayat izin anaknya.

    Status Terlambat tidak otomatis menjadi pelanggaran. Bila keterlambatan perlu diberi poin atau sanksi, catat lewat Mencatat pelanggaran santri dan poinnya.

  8. Ubah atau hapus data izin

    Klik ikon pensil untuk membuka Edit Izin Santri. Anda bisa mengganti santri, jenis izin, alasan, waktu mulai dan batas, serta catatan, lalu klik Simpan Perubahan. Status tidak diubah lewat jendela ini.

    Untuk menghapus, klik ikon tempat sampah lalu setujui Yakin ingin menghapus data ini?. Izin yang dihapus juga hilang dari aplikasi wali.

    Tips: Jenis izin yang dipilih wali di aplikasi, seperti Acara Keluarga, tetap terpilih di jendela Edit, sehingga jenisnya tidak berubah saat disimpan.

  9. Pahami pengaruh izin ke data lain

    Di aplikasi Cek Santri, wali memantau status setiap izin di Riwayat Perizinan Asrama. Izin yang berstatus Disetujui, Berjalan, Selesai, atau Terlambat juga dihitung pada Analisa Presensi di aplikasi wali. Setiap hari dalam izin, sampai batasnya atau sampai santri kembali bila lebih cepat, dihitung sebagai hari sakit untuk jenis Sakit dan hari izin untuk jenis lain. Hari yang belum tiba belum dihitung, dan hari ketika santri tercatat hadir di absensi pelajaran tetap dihitung hadir.

    Izin tidak otomatis mengubah absensi pelajaran. Ustadz tetap menandai santri sebagai Izin atau Sakit di Absensi Santri (lihat Mengisi absensi santri dan melihat rekapnya).

Apakah panduan ini membantu?

Masih ada yang belum jelas?

Hubungi tim kami dari menu Bantuan & Dukungan di aplikasi Sistem Pesantren, atau lewat WhatsApp.